Praktek SEO OnPage sebuah blog

Praktek SEO OnPage sebuah blog

Modus Blogger pada kali ini akan mencoba mengulas tentang hal-hal yang berkaitan dengan praktek SEO OnPage sebagai bagian dari upaya optimasi search engine sebuah blog atau website. SEO OnPage ini pada dasarnya merupakan langkah awal serangkaian search engine optimization yang harus dan wajib dilakukan oleh seorang blogger atau admin blog yang memiliki visi mengembangkan sebuah blog. Visi pengembangan sebuah blog ini bukan hanya monopoli kaum pemain adsense, namun sebaiknya mereka-mereka yang mengaku diri sebagai seorang blogger hendaknya juga memiliki visi yang demikian itu.
Modus Blogger, seo onpage banner
Mengembangkan sebuah blog tidak hanya berkaitan dengan upaya-upaya mengais rupiah dari kepemilikan blog, namun lebih luas dari hal tersebut. Sebuah blog yang telah berkembang secara baik, paling tidak akan dapat menjadi atau dipakai sebagai acuan atau patern bagi para blogger-blogger lainnya, baik itu dalam kaitan dengan upaya-upaya pengembangan yang dilakukan maupun berkaitan dengan kualitas isi atau konten dari blog yang bersangkutan. Sebuah blog yang berkembang tidak harus menjadi terkenal, namun paling tidak telah mampu menempati sekaligus mempertahankan posisinya (untuk waktu yang relatif lama) dalam daftar halaman pertama dari 10 besar hasil pencarian mesin pencari atau search engine.
Setidaknya terdapat 8 faktor yang wajib diperhatikan dalam rangka meraih sukses perihal optimasi SEO OnPage ini (sebagai terlihat dari gambar di atas). Langkah-langkah tersebut adalah :
1. Rangkaian Meta Tag yang lengkap.
Kombinasi script Meta Tag ini biasanya terletak pada sebuah template blog dan tepat berada di bawah kode . Ada berbagai macam pendapat tentang kombinasi Meta Tag ini, namun paling tidak rangkaian Meta Tag ini minimal harus memuat Keyword dan Description sebuah blog atau web. Keyword dan Description sebuah blog atau web inilah yang nantinya akan dipergunakan oleh mesin telusur dalam rangka klasifikasi sebuah blog atau web. Rangkaian struktur Meta Tag yang lengkap dan baik tentunya akan membawa kesuksesan tersendiri bagi sebuah blog. Disamping kedua hal tersebut, rangkaian struktur Meta Tag ini juga wajib pula menyertakan kode Meta Language (bahasa yang dipergunakan oleh sebuah blog).
2. Keywords.
Pada point 1 di atas telah dijelaskan, bahwa Meta Keyword ini hendaknya diletakkan dalam serangkaian kombinasi script Meta Tag yang ada pada sebuah template blog. Meskipun Google (sejak tahun 2013 kalau saya tidak lupa) tidak lagi memperhatikan masalah Keyword sebuah blog atau website ini, namun beberapa search engine lainnya masih mempergunakannya sebagai tolok ukur keberadaan sebuah blog. Salah satu mesin pendeteksi SEO score (chkme.com) sampai saat ini masih mempergunakan keyword ini sebagai salah satu acuan untuk menentukan SEO score sebuah blog atau web.
3. H1 Tag.
Hi Tag ini pada dasarnya merupakan tag untuk menunjukkan judul atau nama sebuah blog atau website, dan dalam penentuan SEO score (chkme.com) struktur H1 Tag ini merupakan komponen terpenting dalam menentukan penilaian. Setiap template (apapun jenisnya) tentu telah mencantumkan H1 Tag ini dalam serangkaian kombinasi script HTMLnya, hanya saja kemungkinan besar peletakannya yang tidak sesuai aturan, sehingga kadangkala menyebabkan terjadinya error “H1 is missing/bad” yang biasa terjadi saat kita mempergunakan situs chkme.com.
4. Alt Tags.
Kode script Alt Tags ini acapkali dipergunakan untuk memperjelas kode-kode gambar (baik gambar postingan maupun ikon-ikon yang dipergunakan dalam sebuah template) karena dalam hal ini mesin telusur tidak mampu untuk membaca gambar, dan oleh karenanya kita membantu mesin telusur dengan memberikan penjelasan lewat kode Alt Tags ini. Kode Alt Tags ini biasanya dalam pemakaiannya dibarengi dengan kode Title Tags sebagai pelengkapnya.
5. Page Loading.
Page Loading atau loading blog merupakan salah satu standart kualitas SEO OnPage sebuah blog atau web, dengan analogi semakin cepat loading sebuah blog atau web tentunya akan membuka kesempatan yang lebih lebar untuk meraih jumlah kunjungan yang besar pula. Loading blog menjadi berat, manakala didalamnya memuat berbagai macam gambar-gambar iklan yang sama sekali tidak berkaitan dengan niche blog yang bersangkutan. Satu hal lagi yang menyebabkan loading blog menjadi berat adalah pemakaian text-text Javascript yang terlalu banyak dalam sebuah template blog. 

Baca juga : Seputar Pengertian SEO.

6. Keyword Placement.
Keyword placement atau penempatan kata kunci dalam sebuah postingan atau artikel blog juga menjadi tolok ukur baik tidaknya sebuah upaya SEO OnPage yang dijalankan dalam sebuah blog. Jangan sekali-kali menempatkan kata kunci yang terlalu banyak dalam sebuah artikel blog, karena hal ini sudah pasti akan dipandang sebagai praktek-praktek spam oleh Google. Dampaknya ? Pasti tidak baik bagi eksistensi sebuah blog atau web.
7. Keyword Density.
Keyword Density adalah prosentase kerapatan kata kunci dalam sebuah artikel atau postingan blog, dan biasanya dengan prosentase 2 % atau 3 % sudah dianggap tidak terlalu baik. Keyword Density ini tentu saja berkaitan dengan point nomor 6 di atas. Oleh karenanya, hindarilah pemakaian kata kunci yang terlalu banyak dalam sebuah artikel blog atau postingan blog.
8. Description.
Deskripsi sebuah blog tentu berkaitan dengan Meta Tag blog itu sendiri, karena pernyataan tentang deskripsi blog ini pasti telah termasuk dalam serangkaian Meta Tag blog yang terdapat dalam template blog. Gunakan desktipsi blog yang benar-benar mewakili eksistensi blog yang anda miliki atau kata lainnya sesuai dengan niche blog anda.
Demikianlah uraian penulis tentang praktek SEO OnPage sebuah blog, semoga dapat membawa manfaat.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply