Responsive Template tidak berarti apapun ?

Responsive Template tidak berarti apapun ?

Blogger Blog pada tulisan ini ingin memaparkan sebuah fakta tentang pemakaian Responsive Template yang telah penulis alami sejak tahun 2012 lalu. Pengalaman ini akhirnya membawa penulis tidak terlalu antusias tentang hal-hal yang berkaitan dengan Responsive Template karena di mata Modus Blogger (penulis) pemakaian Responsive Template tersebut tidak terlalu banyak mendukung eksistensi atau keberadaan sebuah blog atau web.

Modus Blogger, responsive template blogger

Pada sekitar bulan April 2015 tepatnya mulai tanggal 21 (kalau tidak salah ingat), Google telah menerapkan sebuah algortima baru MobileGeddon yang menerapkan faktor Mobile untuk perankingan sebuah blog atau website dengan asumsi 80 % pengguna Google telah mempergunakan perangkat mobile untuk mengakses search enginenya. Dalam hal ini Google berpatokan dengan fakta yang terjadi di negeri Paman Sam, bagaimana dengan yang terjadi di Indonesia ?
Penulis dalam hal ini telah memiliki pengalaman yang cukup (sejak tahun 2012) tentang penerapan faktor Mobile ini dengan penggunaan Responsive Template dan Non Responsive Template pada beberapa blog yang penulis miliki. Blog Cara Gampangnya (http://carang888.blogspot.com/) telah mempergunakan Responsive Template saat mulai pertama kali dibentuk, dan tercatat artikel yang pertama kali penulis buat tertanggal 31 Januari 2012. Hasilnya ? Hingga saat tulisan ini dibuat tidak mengalami perkembangan yang cukup signifikan, alias tetap saja memiliki pagerank #0 dengan kualitas Alexa Traffic yang tidak terlalu menggembirakan.
Hal sebaliknya yang terjadi dengan blog Blogger Blog (http://bloggerblog67.blogspot.com/) yang pada awal pembentukannya sengaja tidak mempergunakan Responsive Template, artinya blog ini hanya mempergunakan Template Non Responsive (buatan Mas Kholis), artikel yang pertama kali ditulis tercatat pada tanggal 31 Desember 2012 (atau selisih sebelas bulan kemudian dari artikel pertama blog Cara Gampangnya). Tentu saja Blogger Blog ini lebih baru dibandingkan dengan blog Cara Gampangnya tersebut di atas. Hasilnya ? Hingga saat tulisan ini dibuat blog Blogger Blog tersebut telah memiliki pagerank #3 dengan kualitas Alexa Traffic yang lebih bagus bila dibandingkan dengan blog Cara Gampangnya.
Nah, sekarang apa artinya kedua fakta perbandingan tersebut ? Kesimpulannya hanya satu yaitu : Responsive Template tidak berarti apapun dalam kaitannya dengan perkembangan sebuah blog atau web. Dan saya telah membuktikan hal tersebut sejak tahun 2012 (manakala orang belum banyak mengenal tentang Responsive Template).
Bagaimana dengan peringkat dalam daftar hasil pencarian Google search engine ? Tetap saja blog Blogger Blog berada jauh di atas blog Cara Gampangnya. Apa pelajaran yang dapat dipetik berdasarkan kedua fakta ini ? Kualitas konten dan optimasi SEO tetap menjadi faktor utama dalam menentukan perkembangan sebuah blog. Responsive Template dalam hal ini tidak terlalu banyak membantu menaikkan eksistensi sebuah blog.
Baca juga : Seputar Pengertian Template Blog.

Baiklah kita pinjam argumen Mas Kholis (seorang pakar pembuat template blog) tentang hal ini.
Di samping keuntungan yang kita peroleh dengan memakai design responsif, tentu ada juga kerugiannya, yaitu berupa penambahan kode-kode tertentu pada template yang Anda pakai. Jika Anda menggunakan template responsif sederhana dua kolom, mungkin penambahan kodenya tidak terlalu banyak dan pengaruh buat loading juga tidak begitu berarti. Lain halnya jika anda menggunakan template tipe magazine, dimana banyak sekali fitur yang dipasang, tentu saja penambahan kodenya juga menyesuaikan setiap fitur yang ada sehingga bisa support untuk diakses melalui semua mobile device sampai ukuran terkecil. Dengan penambahan kode tersebut merupakan beban tersendiri sehingga akan berpengaruh pada loading sebuah blog.
Jika penambahan itu hanya berupa kode-kode CSS mungkin tidak terlalu signifikan dan pengaruh bagi loading juga kecil, terkadang sebuah fitur tidak hanya cukup ditambahkan kode CSS agar support untuk semua ukuran mobile device, tetapi juga penambahan javascript dan HTML sebagai penunjang. Tentu saja hal itu akan semakin memperbesar kapasitas template dan menambah beban loading blog itu sendiri. Memang semuanya bisa diringkas, baik CSS maupun kode-kode scriptnya, tapi tidak bisa disangkal bahwa Google sendiri tidak begitu menyukai setiap kode script yang ada pada template blogger, sehingga dengan semakin banyak penggunaan script pada sebuah template akan semakin jauh pula template itu dari kriteria SEO friendly.

Sumber kutipan : http://www.maskolis.com/2013/02/template-responsif-dan-bukan-responsif.html

Tulisan saya ini tidak berarti saya menghalangi anda-anda untuk mempergunakan jenis Responsive Template, semuanya itu tergantung kepada keputusan anda sendiri dan sepenuhnya menjadi hak anda. Silahkan anda menentukan sendiri mana yang terbaik buat perkembangan blog anda sendiri. Semua resiko ditanggung penumpang, dan saya dalam hal ini sebagai seorang yang pernah membuktikan keuntungan dan kerugian pemakaian Responsive Template dalam sebuah blog.

Advertisement

No comments.

Leave a Reply